Memilih Media Tanam Untuk Vertical Garden

Media tanam vertical garden sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Hal yang sama juga diperlukan dalam merawat vertical garden yang kita miliki agar tanaman tumbuh dengan baik. Memilih media untuk tanaman vertical garden ini berpengaruh pada kandungan hara, air, dan udara yang dibutuhkan. Masing-masing produk memiliki komposisi, kapasitas hara, air, dan udara yang berbeda. Dengan demikian perhatikan cara penting yang praktis dalam memilih jenis-jenisnya.

Baca Juga:

Apakah Sulit Merawat Vertical Garden?

Berikut ini tips mudah dan praktis memilih media:

  • Kenali jenis dan sifat media tanam.

Banyak jenis media tanam yang tersedia dan dapat dibeli. Tiap jenis memiliki bentuk, ukuran dan sifat yang berlainan. Media serpihan seperti humus bambu. Mampu menyimpan air lebih lama dan dalam jumlah banyak. Sebaliknya yang berbentuk silindris dan bulat seperti akar pakis dan coco fiber bersifat mudah melepas air. Sedangkan yang berbentuk bulat diantaranya adalah pasir malang dan tanah. Selain jenis ukuran butiran juga menentukan kemampuan benda tersebut menyimpan air. Semakin kecil diameternya, semakin banyak menyimpan air.

  • Sesuaikan dengan jenis tanaman.

Tiap jenis tanaman butuh jenis media tanam berlainan. Tanaman kering seperti Kaktus, Adenium, Euphorbia, dan Pachipodium sebaiknya ditanam menggunakan media yang bersifat porus dan mudah membuang air. Sedangkan tanaman yang membutuhkan air banyak, tanamlah dengan media yang banyak menampung air. Contoh tanaman yang butuh banyak air Aglaonema, Philodendron dan Anthurium.

  • Perhatikan kondisi lingkungan.

Media tanamnya sesuai namun perhatikan pula keadaan lingkungan. Bila cuaca di sekitar berhawa panas dan kering, disarankan memilih jenis media yang memiliki kemampuan menyimpan air yang kuat. Sebaliknya bila kondisi cuaca tempat tinggal sering berkabut dan lembap. Disarankan agar memilih media yang porus dan mudah mengalirkan air. Sehingga membuat sistem perakaran tidak terlalu lembap dan menjadi busuk.

  • Indoor dan outdoor.

Tanaman yang ditaruh di luar ruangan butuh pasokan air lebih banyak. Tentunya dibandingkan dengan tanaman yang ditaruh di dalam ruangan. Sedangkan untuk di luar ruangan tiupan angin dan intensitas matahari di luar ruangan membuat laju penguapan lebih cepat.

  • Jenis pot.

Pot berbahan plastik memiliki pori-pori lebih sedikit dibandingkan dengan pot gerabah. Sehingga pot plastik mampu menahan kelembapan media tanam lebih baik. Dibandingkan dengan pot gerabah. Kekurangan pot plastik adalah aerasi di dalam pot kurang baik. Dibandingkan aerasi dalam pot gerabah. Bila memilih pot plastik danjurkan menggunakan jenis media yang mudah mengalirkan air dan porus. Sementara media tanam untuk pot gerabah dipilih yang memiliki kemampuan menyimpan air dalam waktu lama.

  • Usia pakai.

Media tanam yang memiliki tekstur lunak dan mengandung hara. Biasanya lebih mudah melapuk dan terurai. Sedangkan yang bertekstur keras biasanya awet. Contoh media berusia pendek adalah humus bambu, humus kaliandra dan coco peat. Sedangkan media tanam berusia panjang diantaranya akar pakis dan sekam padi.